Ciri-ciri Kepribadian Machiavellian

Ciri-ciri Kepribadian Machiavellian

Jika Anda pernah mengenal seseorang dengan sifat Machiavellian, Anda tahu betapa merusak dan destruktifnya sifat tersebut. Penipuan, manipulasi, dan kepentingan pribadi yang tinggi hanyalah beberapa karakteristik yang dimiliki orang dengan tipe kepribadian ini yang dapat merusak hubungan dan kesejahteraan Anda.

Seseorang yang memiliki sifat Machiavellian dapat dengan kejam menipu atau memanipulasi orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Mereka mungkin memperlakukan orang lain hanya sebagai objek yang dapat membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dan begitu mereka mendapatkan apa yang mereka cari? Mereka dengan ceroboh membuang orang lain karena mereka tidak lagi membutuhkannya.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh para psikolog selama tahun 1960-an, dan namanya berasal dari tulisan seorang pemikir abad ke-16.

Teruslah membaca untuk mempelajari tanda-tanda kepribadian Machiavellian, bagaimana sifat-sifat ini diukur, dan beberapa strategi untuk membantu Anda menghadapi orang Machiavellian.

Dari Mana Konsep Machiavellianisme Berasal?

Konsep Machiavellianisme pertama kali diperkenalkan pada masa Renaissance oleh Niccolò Machiavelli, seorang diplomat dan ahli strategi politik berkebangsaan Italia.

Dalam bukunya, “Il Principe” (Sang Pangeran), Machiavelli berpendapat bahwa para penguasa yang brutal dalam mengejar kekuasaan dan kejayaan lebih mungkin bertahan hidup, sukses, dan mewariskan gen mereka kepada generasi mendatang daripada mereka yang jujur ​​atau bermoral.

Ciri-ciri Machiavellian

Seseorang dengan kepribadian Machiavellian mungkin menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Hanya berfokus pada tujuan dan kepentingan mereka sendiri
  • Mengutamakan kesuksesan, kekuasaan, uang, dan ketenaran di atas segalanya
  • Memanipulasi atau mengeksploitasi orang lain untuk keuntungan mereka sendiri
  • Tidak memiliki keraguan untuk menipu atau berbohong kepada orang lain
  • Menjadi menawan dan menggunakan sanjungan untuk keuntungan mereka
  • Percaya bahwa hasil akhir membenarkan cara
  • Memiliki pandangan sinis terhadap sifat manusia
  • Memiliki sikap negatif terhadap segala hal
  • Percaya bahwa dirinya lebih unggul dari orang lain
  • Tidak bisa berempati dengan orang lain
  • Kesulitan mempercayai orang lain
  • Terputus dari emosi mereka sendiri
  • Berjuang untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan mereka
  • Menjaga jarak dan tidak menunjukkan kehangatan yang tulus dalam interaksi sosial
  • Menghindari keterikatan emosional dengan orang lain
  • Mampu membaca orang dan situasi sosial dan menggunakan wawasan ini untuk keuntungan mereka

Meskipun setiap orang dari segala usia mungkin memiliki kepribadian Machiavellian, penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian Machiavellian cenderung lebih umum pada pria daripada wanita. 6 Penelitian juga menunjukkan bahwa ciri-ciri ini mulai muncul selama masa kanak-kanak dan merupakan bentuk perilaku antisosial yang khas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *